Daerah Ujung Genteng terdapat di
sebelah timur daerah wisata Pangumbahan. Di daerah ini terdapat garis pantai
yang panjang. Pasir putih dan kapal nelayan yang bersandar di pantai ditambah
dengan deburan ombak merupakan pemandangan khas dari Pantai Ujung Genteng yang
indah. Akomodasi seperti penginapan jumlahnya sangat banyak di daerah ini.
Mulai dari penginapan sederhana yang hanya terdiri dari kamar tidur dan kamar
mandi sampai seperti rumah yang terdiri dari kamar tidur, kamar mandi dan dapur
kecil. Keunggulan penginapan di daerah ini adalah sebagian besar penginapan terdapat di depan
pantai sehingga keindahan pantai Ujung Genteng dapat langsung terlihat dari
tempat menginap.
Senin, 13 Agustus 2012
Konservasi Penyu Pangumbahan
Penyu adalah kura-kura laut yang dapat
ditemukan di seluruh samudra di dunia. Menurut para ilmuwan, penyu merupakan
hewan tua yang sudah ada sejak zaman dinosaurus (sekitar 145 – 208 juta tahun
lalu). Sayangnya, semenjak berabad-abad maraknya perburuan ilegal dan konsumsi
telur penyu membuat keberadaan hewan ini terancam. Oleh karena itu sekarang
banyak digalakkan tempat konservasi penyu untuk menjaga kelestarian hewan
langka ini. Salah satunya adalah tempat konservasi penyu yang berada di
Pangumbahan, Sukabumi. Di sini merupakan tempat penetasan penyu paling terkenal
di pulau jawa dimana terdapat 9 titik penetasan penyu yang dikelola oleh BKSDA
(Balai Konsevasi Sumber Daya Alam) dan Dinas Kelautan dan Perikanan.
Untuk mengakses konservasi penyu pangumbahan
cukup menempuh perjalanan 20-30 menit dari pantai Cibuaya. Memasuki gerbang
Anda akan disambut auditorium dengan patung penyu yang besar yang menjadi
simbol dari konservasi ini. Di konservasi ini aktivitas paling menarik yang
dapat dinikmati wisatawan adalah menyaksikan pelepasan tukik, anak penyu. Ada 3
jenis penyu yang ditetaskan di sini yaitu jenis penyu lekang, kempi dan penyu
hijau. Namun saat ini hanya jenis penyu hijau saja yang diutamakan ditetaskan
di konservasi ini. Untuk menikmati momen pelepasan tukik ini cukup menyumbang 5
ribu rupiah saja. Pelepasan tukik berlangsung mulai pukul 17.30 WIB Waktu ini dipilih karena pada waktu ini air laut sedang pasang dan juga merupakan waktu yang tepat untuk membantu tukik menghindari predator seperti burung dan hiu kecil. Setiap harinya ada sekitar 50 wisatawan yang mengunjungi tempat konservasi ini baik lokal maupun mancanegara, kebanyakan dari mereka memang untuk melihat dan ikut andil juga dalam momen pelepasan bayi penyu tersebut. Puluhan atau ratusan tukik dilepas hampir setiap harinya. Jika Anda ikut andil dalam pelepasan tukik ini Anda dapat berfoto ria unuk mengabadikan momen langka tersebut.
Selain pelepasan tukik, yang biasa dicari-cari oleh para wisatawan adalah menyaksikan kedatangan ibu penyu untuk bertelur di pantai. Di pantai konservasi sepanjang kurang lebih 3 km ini hampir setiap malamnya ada penyu yang datang untuk bertelur. Atas dasar tersebutlah pantai ini menjadi spesial karena penyu hanya akan bertelur di tempat ia lahir. Penyu pun sangat sensitif. Tidak boleh ada cahaya di pantai agar penyu yang ingin bertelut tidak terganggu. Maka konservasi telah memiliki 6 pos untuk menjaga pantai dan penyu beserta telurnya untuk kelestarian hewan langka ini. Bagi wisatawan yang ingin menyaksikan kedatangan ibu penyu dan proses bertelur dapat menghubungi pihak konservasi agar dapat diberitahu ketika ibu penyu mendarat untuk bertelur.
Menurut informasi dari konservasi dikatakan bahwa dari ratusan tukik yang dilepas ini kemungkinan hanya ada satu yang selamat dan kembali lagi ke pantai tempat dia dilepaskan dikarenakan seleksi alam ataupun karena pencemaran lingkungan yang merusak habitat penyu di laut. Karena itulah penyu semakin langka. Semoga dengan menikmati keindahan penyu dan menyadari keadaannya membuat semakin banyak dari kita yang menyadari bahwa hewan langka ini sangat penting untuk dilestarikan.
Langganan:
Postingan (Atom)
